Cerpen Sedih - Serpihan Hampa Jabatan Keluarga

SERPIHAN HAMPA JABATAN KELUARGA
Karya Fujiogusuke Ongikim Soojung

Siang itu surya membelah bumi,terik mentaripun telah meninggi.Nolipun telah sampai di depan pintu……

Perasaan heran yang kini menyelimuti hati Noli.
“Mamaaaa…..” teriaklah Noli kala mengetahui bahwa ternyata bendera berkibar di depan rumah adalah tanda kematian Mama.Saat Noli menghampiri jenazah Mama,sungguh tidak kuasa menahan duka.Berderailah air matanya,semua sahabat berkumpul menghadri pemakaman Mama Noli.

Noli adalah anak ke-2 yang mana kakaknya bernama Arya sedang menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran sedangkan Noli masih duduk di bangku para siswa putih abu-abu.Walau mereka bersaudara namun sangat jarang bercakap-cakap di antara mereka seperti saudara lain di luar sana,bahkan mereka sangat jarang bertatap muka.Karena Arya sang kakak tidak suka banyak cerita.Namun kehadirannya membuat sangat rindu pada hati Noli.
Setelah beberapa hari kemudian.Hari demi hari Noli merasakan kesunyian.Rumah selalu sepi seperti tidak ada penghuni
“Memang kak Arya sekarang setiap hari pulang kerumah,tapi kenapa sihgak ada waktu banget buat aku,bercakap-cakap,canda tawa gimana atau apa gitu,sama saudara sendiri”Ucap Noli dengan sedikit amarah yang tercurah di tunjukannya.
‘SABAR,suatu hari nanti juga pasti nggak bakalan gitu,Li”Ucap Miu sahabat terdekatnya Noli
“Iya,tapi Mi,bukan hanya kak Arya tapi Ayah juga,memang aku tahu Ayah selalu sibuk tapi kenapa semenjak Mama telah tiada Ayah bener-bener nggak ada waktu banget buat anaknya,apalagi aku,aku selalu sendiri di rumah hanya dengan kesunyian aku merasakan kesepian pula”
“Iya Li,tapi kamu harus tetap tumbuhkan semangat”
“Ya,baiklah”

Dengan menumbuhkan semangat,setibanya Noli di rumah,Noli bergegas menyiapkan makan malam dan menunggu Sang Ayah dan kakaknya.Namun ternyata semua percuma.Ayah dan Arya sampai di rumah pada pagi hari Noli menunggu semalaman sampai tertidur di meja makan.
“Li,kenapa kamu tidur disini??”tanya Arya sambil membangunkan Noli.
“Kakak,kok baru pulang sih,jam berapa sekarang??Aku nunggu semalaman Ayah sama kakak pulang,aku masakin semua makanan ini,karena aku pengen kaya tetangga-tetangga di luar sana juga,kumpul sama keluarganya”
“maaf Li,semalam kakak tidur di rumah temen”
“Apa??jadi kakak nggak pikirin aku,adhe kakak sendiri di rumah yang hanya merasakan kesepian.Oh jadi Ayah juga pasti gitu,nggak pernah mikirin aku”
“Noli,kamu jangan bilang gitu,mungkin Ayah terlalu cape,jadi nggak sempet lihat kekamar kamu atau gimana keadaan kamu dhe”
“Alah,terserahlah,aku memang orang asing di rumah ini,memang nggak layak di perhtiin kalian” Ucap Noli dengan bernada tinggi dan pergi meninggalkan Arya sendiri di ruang makan.
“Noli??kenapa kamu jadi gini,benarkah kamu nggak bisa terima kata maaf dari kakak bahkan Ayah dan melupakan semua kesedihan kamu??”tanya Arya setelah Noli meninggalkannya sendiri.

Beberapa minggu kemudian,terdengar tangisan Noli

Ayah dan Aryapun menghampiri kamar Noli dan mengucapkan selamat ats pertambahan usianya.
“Ayah,kakak??kalian nggak lupa hari ini hari ulang tahunku??”
“Mana mungkin Ayah sama kak Arya lupa,nak”
‘Makasih atas kejutannya”
“Maafkan Ayah ya nak,Ayah terlalu menyibukan diri di luar sana”
“Maafkan kakak juga ya dhe”
“Iya udahlah lupakan semuanya,anggap nggak pernah terjadi” Ucap Noli dengan pelukannya pada Ayah dan Arya sang kakak.

Hari demi hari,kesunyian yang Noli rasakan kini berkurang.Karena kini Ayah dan Arya selalu bercanda tawa melukis ceria pada hati Noli.Namun terkadang lamunan kesedihan tergambarkan pada jiwa Noli,mengenang kehadiran Sang Mama”

Bulan demi bulan berganti
“Hai…hai…hai,Li kok melamun mulusih” Ucap Reza sang Sahabat
“Tahu tuh dari kemarin melamun mulu,kamu itu kenapa sih,cerita dong,jangan di rasain sendiri gitu”ucap Miu dengan sedikit menepuk pundak Noli
“ya,memang aku ingin kehadiran sosok Mama selalu ada setiap harinya tapi bukan berarti Ayah harus menikah lagi dan menghadirkan Ibu tiri di rumah”
“Maksud kata-kata kamu itu apa Li??”

terdengar nada irama dari ponsel Miu
“Li,kok kak Arya nelvon aku ya??”
“Terserahlah,aku nggak mau bercakap dengannya”

Arya bertanya keberadaan Noli,Miupun memberitahukannya bahwa Noli sedang ada di Basecamp,Aryapun bergegas pergi setelah tahu keberadaan Noli
“Li,ayo cepetan pulang…!!” ucap bentakan Arya
“nggak,aku nggak mau pulang”
“nggak selayaknya kamu bersikap kaya gini”
“Iya,Ayah sama kakak bahagia tapi aku??”
“Kamu jangan gitu Li,kamu jangan berfikir negatif tentang Ibu tiri”
“Mama nggak bisa digantiin gitu aja dong kak”
“Li,karena kamu belum kenal sama dia,bukan berarti dia juga kurang baik,coba kamu kenalan sama dia dulu baru kamu nilai sifat dia” Ucap Reza menyuruh menyetujui dan merestui pernikahan ke-2 Ayahnya.
‘nggak semua Ibu tiri itu nggak baik Li” ucap Miu

Sosok Noli yang mudah di bujuk,Nolipun menyetujui dan merestui pernikahan ke-2 Ayahnya walau sikap jutek cuek seperti tidak suka tetap ditunjukannya.

Kala Mama baru terbaring sakit,perhatian demi perhatian tercurahkan dari Ayah dan Arya
“so akit segala,bagus bener aktingnya”
“Noli,nggak sopan banget ksmu sama orang tua”
“Dia bukan Mamaku tapi Dia Ibu tiriku” Aryapun menarik Noli dari ruangan
“sampai kapan kamu kaya gini,jelek banget tahu”
“biarin,kebencian aku sama dia ngga bakalan terhapuskan” Nolipun pergi dari RS dengan mengucap kata-kata itu dengan nada tinggi
“Noli,kamu mau kemana??kamu jangan pergi”
“nggak penting aku mau pergi kemana”

Dengan memeluk tanah,berderai air mata tidak kuasa menahannya,dengan taburan melati Noli meluapkan kerinduan pada makam Mama
“Noli ternyata kamu disini dhe”
“kakak,untuk apa kakak kesini,udahlah pergi sana”
“Li,apa hak kamu ngusir kakak??”
“Kakak kan udah nggak peduli lagi sama Mama”
“salah banget kamu ngomong gitu,Noli yang sekarang bener-bener bedabukan Noli yang kakak kenal dulu”

Malam telah tiba,sang Ayah gelisah dengan sikap Noli…..
“Apa,Noli nggak pulang??”
“iya Arya,tadinya ayah fikir Noli akan kembali ke ruangan Mama tapi ternyata nggak,di rumah juga nggak ada”

Aryapun bergegas pergi mencari Noli,setibanya di sana ternyata ada,namun Noli terbaring lemas dengan berceceran darah di hidung dan di mulutnya…..Aryapun segera membawa Noli ke RS namun apa kata tiada,ternyata Noli terserang penyakit mematikan telah lama yang mana kala malam itu Noli telah tiada….
“nak,maafkan ayah…tidak bisa membuatmu bahagia….”

kini Ibu tiri telah tiada pula,pengertian sebuah keluarga sangatlah perlu di bina untuk sesama…..

kepergian sang wanita kini membuat sunyinya kehidupan diantara Ayah dan Arya…..

salam bahagia wahai wanita penghuni Syurga…….*AMIIN*

Cerpen Sedih - Serpihan Hampa Jabatan Keluarga Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 komentar:

Post a Comment